bbbbbbbbbbbbbbb…

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

Iklan

Sampingan

BELAHAN JIWA

tangisan pilu..
Terdengar dari hatiku..
Tak bisa kupungkiri itu..
kau masih terdapat dalam kalbu..

kau datang bagai angin..
yang memberi kesejukan hati..
Namun kau pergi tak menanti..
saat aku butuh kau di hati..

mencoba lupakan tawamu..
mencoba lupakan senyum indahmu..
mencoba melawan cinta dalam kalbu..
Namun ku tak sanggup..

andai ku bisa..
ku peluk hangat tubuhmu..
Andai kau ada..
Tak akan kulepas dari genggamku..

Mutiara hati bak cahaya..
tak sampai ke pelipur lara..
Tiada hati terungkap sudah..
Kau adalah belahan jiwa..

puisi Bangkit Untuk SAHABAT

tinggalnya aku gelap..
hingga aku tak ingat..
Semua kenangan..
Tersungkur aku jatuh ke tanah..

butiran hujan ..
Jatuh ke tanah..
Membasahi tubuh tak bernyawa..
Hidupku menuju gelap..

tak terasa apapun..
Aku berlari tanpa ujung..
Inikah hari kematianku..
Aku hanya bisa termenung..

Kulihat sebuah gerbang..
disana ada malaikat penjaga..
Dan ku berusaha masuk ke dalam..
Namun mereka menghalang..

Akhirnya sang malaikat berkata..
“kau bukan saatnya kemari manusia”
“mengapa??” Tanyaku dalam hati..
“Karena mereka menunggumu untuk bangkit”

Saat itu silau cahaya muncul..
Sangat terang hingga aku melihat langit biru..
aku tersadar dalam mimpiku..
Ternyata masih ada sahabat yang setia padaku..

Uji Kompetensi Guru Hari Kedua di Kudus Lancar

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI ISMANTO Para guru peserta uji kompetensi guru di Kabupaten Kudus, Senin (30/7/2012), tak berhasil mengakses soal secara online. Mereka pun diminta menunggu sampai koneksi ke server normal.

KUDUS, KOMPAS.com — Uji kompetensi guru secara online di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari kedua berjalan lancar.

Para peserta UKG bisa mengakses soal-soal karena server telah terkoneksi.

Anggota panitia UKG dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Witono, Selasa (31/7/2012), mengatakan, server telah tersambung dan berjalan baik. UKG pada hari kedua diikuti 646 guru dan kepala sekolah.

Mereka terbagi menjadi tiga gelombang di tujuh SMP Negeri. Gelombang I berlangsung pada pukul 08.00-10.00, Gelombang II 11.00-13.00, dan Gelombang III 14.00-16.00.

“Kami berharap koneksi berjalan baik dan tidak ada gangguan selama UKG berlangsung,” kata Witono.

Sehari sebelumnya, sebanyak 646 guru di Kudus batal mengerjakan soal-soal UKG karena server pusat terkendala. Panitia akan mengatur jadwal lagi bagi para guru yang batal itu.

DPR Nyatakan RUU Ormas Tak Akan Represif

JAKARTA, KOMPAS.com – DPR menyebutkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat tak dibuat untuk merepresi masyarakat.

Ketua Panitia Khusus RUU Ormas, Abdul Malik Haramain, memahami kekhawatiran dan juga penolakan elemen masyarakat sipil terhadap RUU tersebut.

 

“Ada beberapa yang menolak, karena takut represif. Saya sudah berkali-kali, baik formal maupun informal, berkomunikasi dengan mereka. Saya sampaikan bahwa RUU ini tidak akan represif,” cerita Malik, Senin (30/7/2012) malam.

“Teman-teman agak trauma dengan terminologi ormas yang dipakai Orde Baru.”

 

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, beberapa usul elemen masyarakat sipil sudah dimasukkan dalam klausul RUU. Misalnya soal pendaftaran ormas. Lembaga yang sudah berbadan hukum, baik yayasan maupun perkumpulan, tidak perlu lagi memproses untuk mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT).

Sebaliknya, ormas yang tidak berbadan hukum harus mendaftar untuk mendapat SKT. Menurut Malik, hal itu sekadar untuk pendataan dan untuk kepentingan mengakses APBN/APBD. “Itu sudah kita putus,” kata Malik.

 

Seperti diberitakan, organisasi nonpemerintah yang tergabung dalam Koalisi Kebebasan Berserikat dan Berekspresi menilai bahwa RUU Ormas yang kini dibahas di DPR, berpotensi menjadi alat represi pada kebebasan berserikat dan berkumpul di Indonesia. Mereka meminta DPR menolak RUU yang diajukan pemerintah tersebut.

Aspirasi mereka sudah disampaikan kepada pimpinan DPR, Presiden, dan para menteri terkait.

KPK: Mabes Polri Izinkan Barang Bukti Dibawa

Penulis : Icha Rastika | Selasa, 31 Juli 2012 | 09:35 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com –  Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan bahwa Mabes Polri mengizinkan penyidik KPK membawa alat bukti yang ditemukan dalam penggeledahan di gedung Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Senin (30/7/2012) hingga Selasa (31/7/2012). Juru Bicara KPK, Johan Budi membantah ada upaya Polri menghalang-halangi penggeledahan tersebut.

Ada ketidaksepahaman antara Korlantas dengan penyidik KPK sehingga pimpinan KPK datang ke sana.

“Ada ketidaksepahaman antara Korlantas dengan penyidik KPK sehingga pimpinan KPK datang ke sana,” kata Johan dalam Jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/7/2012). Hadir pula dalam jumpa pers tersebut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. Menurut Johan, dokumen bukti yang ditemukan KPK akan dibawa ke gedung KPK, Kuningan Jakarta.

Laporan dari gedung Korlantas, penyidik KPK masih berada di sana bersama alat bukti. Penggeledahan yang dilakukan KPK di gedung Korlantas tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator kemudi motor dan mobil 2011.

KPK menetapkan mantan Kepala Korlantas, Irjen (Pol) Djoko Susilo sebagai tersangka kasus itu. Djoko yang sekarang menjabat Gubernur Akademi Kepolisian itu diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain. Nilai kerugian negara akibat perbuatan Djoko diduga mencapai puluhan miliar.

Dari penggeledahan, penyidik KPK sudah mengantongi dokumen yang menjadi bukti aliran dana terkait kasus tersebut. Menurut Johan, penggeledahan dilakukan sejak pukul 16.00 WIB kemarin hingga pukul 05.00 WIB tadi pagi.

Sejumlah dokumen dan barang bukti yang ditemukan, katanya, sudah dimasukkan ke kantong, disegel, kemudian diletakkan di ruang Korlantas Polri. Barang-barang bukti itu kemudian akan dibawa ke gedung KPK.

Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK. Polri tidak akan menghalang-halangi proses hukum atas kasus yang diduga melibatkan Irjen Djoko tersebut. Menurut Boy, kedepannya akan dilakukan koordinasi dengan KPK terkait penanganan kasus ini. Pasalnya, Mabes Polri mengaku sudah menyelidiki proyek simulator tersebut.

Meskipun terkait, Boy mengatakan kalau proyek simulator 2011 ini berbeda dengan kasus penipuan dan penggelapan dana pengadaan simulator yang menjerat Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Soekotjo S Bambang yang divonis bersalah di Pengadilan Negeri Bandung. “Yang di Bandung, melihat aspek hukum lain, kalau yang di kami lihat kaitan dengan vendor,” katanya.

Sayangku Untuk Ibu

IBU… Engkau selalu menasihati aku di saat aku salah .
IBU… Engkau juga mengajariku untuk menjadi anak yang selalu tersenyum

Engkau adalah seseorang yang berharga di dalam hidupku .
Tidak ada engkau mungkin aku merasa sepi,merasa sedih,dan
Mungkin hidupku jadi hampa tanpa mu IBU ..

Ibu ..
Aku ingin engkau selalu ada di hati ku .
Walau nanti tuhan pasti memanggilmu.

Aku sadar bu, kasih sayang mu tiada batasnya .
Engkau tak bosan-bosan mengingatiku kalau aku salah …

Aku sayang padamu IBU ….
Maafkan aku kalau aku pernah melakukan kesalahan yang mungkin bikin
engkau menjadi sedih …

Aku tidak akan bikin engkau sedih ibu..
Ke inginan aku yang ingin aku wujudkan adalah : “bikin engkau
tersenyum dan bikin engkau bangga sama aku bu”

Previous Older Entries